25.10.11
Penyebab dan Pengobatan Epilepsi Pada Anak
Beberapa orang tua bertanya apa penyebab epilepsi pada anak. Yuk kita lihat beberapa kemungkinan penyebab epilepsi pada anak.
Epilepsi dapat disebabkan oleh berbagai jenis kelainan pada otak.
Ada pasien yang memang sudah memiliki epilepsi pada saat dilahirkan (congenital) dan ada pula epilepsi karena kerusakan otak yang didapat sesudah kelahiran.
Epilepsi congenital ini tidak melulu berarti faktor genetik, hanya saja anak telah mengembangkan epilepsi pada periode fetus hingga menjadi anak di dalam kandungan). Ada kemungkinan genetik tertentu bertanggung jawab, tetapi ada pula karena faktor-faktor lain yang mengganggu perkembangan otak anak ketika dalam kandungan.
Epilepsi sesudah kelahiran didapatkan sesudah bayi keluar dari kandungan. Misalnya, ketika bayi kekurangan oksigen pada saat kelahiran, atau ada pendarahan intracranial. Epilepsi mungkin juga terjadi karena infeksi pada otak (misalnya karena meningitis dll), atau karena cedera pada otak, tumor atau pendarahan intracranial.
Pertanyaan selanjutnya adalah: Apakah kejang itu berdampak buruk pada anak?
Jika kejang hanya terjadi sebentar, kemungkinan kejang tak akan berdampak buruk pada anak. Tetapi kejang yang lama, terutama kejang tonik-klonik, dapat merusak otak, tapi ini sangat langka terjadi.
Tapi anak justru mungkin terluka karena saat serangan mereka kehilangan kesadaran dan terjatuh.
.
Pengobatan epilepsi pada anak
Pengobatan biasanya dilakukan dengan obat, yang diperkirakan efektif dalam mengendalikan 70-80% kasus epilepsi anak.
Ada berbagai obat epilepsi untuk anak, dan jenis obat harus disesuaikan dengan jenis epilepsi sehingga dokterlah yang dapat menentukan obat apa yang cocok. Jika satu jenis obat tidak dapat mengontrol epilepsi, dokter mungkin akan meresepkan kombinasi 2-3 obat.
Pada kasus-kasus epilepsi tertentu, setelah pengobatan dengan obat selama 2-3 tahun secara kontinu, epilepsi tetap tidak dapat dikendalikan dengan obat. Hal ini dapat disebabkan oleh resistensi pada obat sehingga obat tidak berfungsi, atau efek samping yang dirasakan terlalu buruk, atau kombinasi kedua sebab ini.
Jika benar demikian, orang tua dapat mempertimbangkan opsi operasi. Namun operasi epilepsi hanya cocok untuk epilepsi jenis tertentu saja.
.
Opsi operasi
Operasi hanya dapat dilakukan jika jenis epilepsi yang dimiliki anak cocok untuk dioperasi, dan epilepsi tidak dapat dikendalikan dengan obat. Jika dapat dikendalikan dengan obat, dokter biasanya tetap merekomendasikan pengobatan dengan obat.
Sebelum operasi, anak biasana harus melakukan beberapa tes untuk menentukan kecocokan untuk operasi:
EEG (electroencephalograms). Tes ini sangat penting untuk menentukan tipe epilepsi dan menentukan area otak yang menyebabkan epilepsi. Sehingga tes EEG biasanya dilakukan pada saat epilepsi berlangsung. Anak mungkin akan dikondisikan untuk mendapatkan epilepsi (sesuai dengan trigger mereka seperti lapar, lelah, menghentikan obat dll).
CT scan dan/atau MRI mungkin juga akan dilakukan untuk menentukan daerah spesifik pada otak yang mengalami kelainan. Tes-tes ini efektif jika ada kelainan perkembangan otak, tumor, luka, kerusakan otak yang mungkin menjadi sumber epilepsi. Namun, tak semua epilepsi diakibatkan oleh kerusakan-kerusakan seperti itu.
Pada kasus-kasus tertentu, mungkin akan dilakukan pengecekan dengan functional MRI (fMRI), positron emission tomography (PET), single photon emission computed tomography (SPECT), magnetoencephalography (MEG), atau ictal SPECT (SPECT yang dilakukan pada saat serangan epilepsi terjadi)
Ada pula tes invasif yang menggunakan elektrode yang diletakkan di dalam otak atau diatas otak. Metode ini dapat dilakukan pada saat operasi atau beberapa hari sebelum operasi karena metode ini memerlukan proses operasi dan opname untuk mendapatkan bacaan selama beberapa hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar