20.12.11

Anakku ODE...



Tak pernah sedikit pun dalam benakku kalo anakku akan menderita penyakit epilepsi. Dulu waktu kecil, aku menganggap penyakit epilepsi itu (dulu tau nya ayan)aneh. Karena penderita kejang-kejang, menggelepar kayak ayam dipotong trus mulutnya mengeluarkan busa. But now..... aku harus browsing cari tahu apa itu epilepsi, bagaimana gejalanya, cara penanganannya, obatnya deelel la pokoke. Yang pasti intinya aku harus bersahabat dengan yg aku anggap dulu aneh, ya EPILEPSI... *tarik nafas*
Mungkin kalo dibaca judulnya, kesannya aku bangga ya.. kalo aku bilang bukan bangga, cuma terbuka aja. Karena jujur, awalnya aku sangat berat tuk menjawab pertanyaan orang ketika mereka bertanya "Azzam sakit apa?" keluuu bibirku tuk menjawabnya, malu??? ya, awalnya aku malu. Karena ya itu tadi, dulu aku menganggap itu penyakit aneh dan memalukan. Paling ketika mereka bertanya aku cuma jawab "kejang"
3blan terakhir ini, dia sangat sering anfal (istilah ODE ketika kambuh) dari yang cuma berdiri kaku, trus menggelepar dan pernah 2x jatuh. 2 minggu s/d 1 bulan dia mengalami anfal. kalo udah mulai, sampe 3 hr berturut2 anfalnya. Sehari bisa 6x. *tarik nafas lagi*
Jangan tanya gimana perasaanku ketika melihat dia anfal. Hancur berkeping-keping. Tapi aku berusaha tuk menguasai diri, berusaha tuk tetap kuat, berusaha tuk tetap santai di depan orang lain. Tak kan pernah ku tunjukkan air mataku di depan keluargaku. Yaa... pada akhirnya, aku cuma manusia biasa. Tadi, sampailah aku pada klimaksnya. Aku ga kuat menyaksikan anakku anfal, sampe tadi aku berdoa dalam hati, "Ya Allooh, aku percaya dengan semua rencanamu untuk ku. Bukan aku ga menginginkannya, bukan aku ga menyayanginya, namun.. jika KAU lebih sayang kepadanya, aku ikhlas. aku ga tega melihat dia seperti itu" Kejam??? mungkin bagi orang iya, tapi aku betul2 ga tega menyaksikannya, kasian. Mukanya pucat, bibirnya biru, badannya menggelepar, air liurnya keluar, suaranya seperti sapi dipotong. Ingin sekali aku melakukan sesuatu saat itu juga biar kejangnya berhenti. Tapi ga bisa, aku cuma bisa ngeliatin aja, mengelus kepalanya sambil menahan perasaanku. Andaikan bisa digantikan, aku rela aku yang berada diposisi itu.
Tapi.. ketika dia kejang lagi, aku jadi malu sendiri.. dia aja kuat menghadapinya, knapa aku yang ga kuat??? yaaa... aku harus jauh lebih kuat dari dia. harus aku yang menguatkan dia. bukan malah sebaliknya. oke nak.. lets go we fight with epilepsi.. intinya aku mulai bangkit dan menguatkan diri...



Tadi malam.. aku mrndengarkan pengalaman mbak @justsilly tentang anaknya yang juga ODE. apa yang dirasakan semua ibu pasti sama ketika anaknya sakit. Ada hal yang menarik perhatianku ketika membaca pengalamanya...


knapa menarik...??? karena aku baru jadi ingat dengan azzam ketika sebelum dia mendapat serangan. Dia pasti selalu mencari aku atau orang yang berada didekatnya. Aku baru "ngeh" ketika membaca itu. Ternyata anak ku pintaaarr... *kisskiss*



hhhmmm.. berhubung udah maghrib, udah dulu akh... :)

1 komentar:

  1. mba Yantri, yang sabar ya, setiap ujian pasti ada hikmahnya. Hmmm terharu bacanya. Semangat azzam,, *hug and kiss*

    BalasHapus