Seperti biasa hal yang ku lakukan ketika dia kejang, memastikan posisi nya aman. Setelah itu aku hanya bisa melihatnya hingga selesai..
*jadi ga bisa tidur*
Terkadang, ketika aku mengalami masa-masa sulit, dan penuh tekanan hidup.. timbul pertanyaan, pikiran yang penuh penyesalan terhadap diri sendiri. Kenapa hidupku seperti ini?kenapa aku ga seperti mereka? kenapa aku ga secantik dia? kenapa keluarga ku ga kaya raya? kenapa aku ga sesukses dia? kenapa anakku harus menderita epilepsi? kenapa dia ga seperti anak lain yang seusianya? kenapa anakku ga sepeerti anak mereka? dan masih banyak "kenapa...kenpa..kenapa" lainnya dengan perasaan penuh menyesali diri.
Yaaa... itulah manusia, tidak pernah merasa puas dengan apa yang sudah diterimanya. Padahal, tak seorangpun yang tau tentang hari esok. Apa yang akan terjadi nanti, esok, kelak, di masa yang akan datang, itu semua rahasia Allooh.
Teringat cerita seorang Stephen Hawking. Andai mister Hawking ini menyesali diri dan memilih untuk tidak usah lahir ke dunia karena kehilangan fungsi motorik tubuhnya sehingga seumur hidup berada di atas kursi roda, pasti teori Big Bang (Ledakan besar) yang menjelaskan asal usul terciptanya alam semesta tidak akan pernah ada. Namun, dalam kondisi tubuh yang lemah dan berkomunikasi saja harus dibantu dengan alat, Hawking terus berkarya dan menjadi salah satu ahli fisika terbesar.
Demikian juga dengan Winston Churchill yang lahir sebagai bayi prematur dengan usia kelahiran kurang dari enam bulan. Ia tumbuh dengan wajah mengerikan. Namun Churchill tidak menyesali dirinya. Kepercayaan diri yang tinggi mengantarnya menjadi Perdana Menteri yang memimpin Inggris dalam Perang Dunia II.
Siapa juga yang menduga bahwa seorang mahasiswa drop out bernama Bill Gates suatu hari akan menjadi orang terkaya di dunia?
Mengingat orang-orang hebat di atas, sepatutnya aku mengucapkan syukur kepada Allooh. Walopun aku tak secantik para selebritis, tidak terlahir di keluarga kaya raya, tapi aku memiliki anggota tubuh yang lengkap, dan aku juga memiliki azzam yang merupakan hartaku yang luar biasa. Walopun anak ku epilepsi, blom bisa bicara, tapi fisiknya sempurna. Dan tidak ada 1 orang pun yang tahu apa yang akan terjadi sama azzam kelak. Siapa tau dia jadi orang hebat seperti 3 orang di atas. Allooh pasti mempunyai rencana yang indah untuk anakku.
Tak kan ku sesali semua yang ada di hidupku. Anakku yang terbaik bagiku, dia pasti mempunyai kelebihan dibalik kekurangannya...
Selamat tidur Jagoan Mama... Lets go boy, we fight with



Tidak ada komentar:
Posting Komentar